Bekasi, 14–18 September 2026 — Anak-anak TK Strada Budi Luhur mengikuti kegiatan kokurikuler dengan tema sayangi bumi melalui kegiatan “Membuat Pupuk”. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini mengajak anak-anak belajar mengenal daun kering, mengolahnya menjadi pupuk, hingga memanfaatkannya untuk menanam tanaman.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh keceriaan dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui kegiatan praktek secara langsung, anak-anak diajak untuk mengenal lingkungan sekaligus belajar menjaga dan merawat bumi.

Hari Pertama: Mengenal Daun Segar dan Daun Kering
Pada hari pertama, anak-anak diajak mengenal konsep daun gugur serta memahami perbedaan antara daun segar dan daun kering. Anak-anak juga belajar bahwa daun yang gugur dan kering termasuk sampah organik yang dapat dimanfaatkan kembali.
Untuk memperkuat pemahaman, anak-anak membuat gambar sederhana mengenai perbedaan daun segar dan daun kering. Dengan kegiatan menggambar, anak-anak dapat menuangkan hasil pengamatan mereka secara kreatif.
Hari Kedua: Bermain dan Membuat Adonan Pupuk
Pada hari kedua, kegiatan semakin seru! Anak-anak bersama-sama mengumpulkan daun kering yang ada di area sekolah. Setelah itu, anak-anak meremas daun kering menggunakan tangan.
Kegiatan ini memberikan pengalaman sensorik yang menyenangkan. Anak-anak dapat merasakan tekstur daun yang kering sekaligus mendengarkan suara “kriuk-kriuk” yang muncul ketika daun diremas.
Anak-anak kemudian bekerja sama untuk meremas daun hingga menjadi potongan-potongan kecil. Daun yang telah dihancurkan selanjutnya diolah menjadi adonan pupuk. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar tentang kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, serta memanfaatkan sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai sampah.
Hari Ketiga: Mengamati Perubahan Pupuk dan Menghias Pot
Pada hari ketiga, anak-anak kembali mengamati pupuk yang telah dibuat. Anak-anak memperhatikan perubahan warna, kelembapan, dan aroma pada pupuk.
Selain mengamati pupuk, anak-anak juga diajak membuat kreativitas berupa pot tanaman. Pot tersebut kemudian dicat dengan penuh kreativitas. Anak-anak bebas menuangkan ide dan imajinasi mereka melalui warna dan hiasan yang dibuat.
Hari Keempat: Mengenal Berbagai Jenis Tanaman
Pada hari keempat, anak-anak mengenal berbagai jenis tanaman yang dapat ditanam dan dirawat, seperti tanaman sayur, tanaman buah, dan tanaman hias.
Anak-anak juga membuat gambar sederhana mengenai proses pembuatan pupuk yang telah mereka lakukan sejak hari pertama. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengingat kembali tahapan kegiatan dan memahami bahwa daun kering dapat dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan tanaman.

Hari Kelima: Puncak Kegiatan, Saatnya Menanam!
Hari kelima menjadi puncak kegiatan kokurikuler Membuat Pupuk. Anak-anak menggunakan pupuk yang telah dibuat untuk menanam bibit bayam dan caisim (cesim).
Dengan penuh semangat, anak-anak memasukkan pupuk ke dalam pot, menanam bibit, dan kemudian menyiram tanaman tersebut. Anak-anak belajar bahwa tanaman membutuhkan tanah yang baik, air, cahaya matahari, serta perawatan agar dapat tumbuh dengan baik.
Setelah selesai menanam, anak-anak melakukan refleksi bersama. Mereka diajak menceritakan pengalaman selama mengikuti kegiatan kokurikuler, mulai dari mengenal daun, mengumpulkan dan meremas daun kering, membuat pupuk, menghias pot, mengenal tanaman, hingga menanam bibit.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, anak-anak TK Strada Budi Luhur tidak hanya belajar tentang proses membuat pupuk, tetapi juga belajar mencintai lingkungan, bekerja sama, bertanggung jawab, berkreasi, serta menghargai proses pertumbuhan tanaman.
Semoga pengalaman sederhana ini dapat menumbuhkan kebiasaan baik dalam diri anak-anak untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dari daun kering menjadi pupuk, dari pupuk menjadi tanaman, dan dari pengalaman kecil tumbuh kepedulian besar untuk bumi.

Recent Comments