Program Pendidikan sekolah terutama Pendidikan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) mesti beragam karena masa sekolah TK adalah masa pengenalan lingkungan sekitar dan terutama hal-hal dasar yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat yaitu salah satunya alat transportasi.

Untuk itu, TK Strada Budi Luhur melakukan kegiatan mengenal alat transportasi umum. Pada kegiatan ini seluruh siswa TK Strada Budi Luhur praktik naik alat transportasi umum, yakni bus trans patriot yang beroperasi di wilayah kota Bekasi, Jawa Barat pada hari Selasa dan Rabu (26-27/9/2023).

Tidak hanya para murid dan Guru pendamping tetapi para orang tua murid juga dilibatkan dalam mendampingi anak-anak. Semuanya antusias dan semangat untuk membantu para guru dalam mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung.

“Saya senang ikut mendampingi anak dalam kegiatan seperti ini, meski pun tiap hari melihat hilir mudik bus transportasi tapi saat ikut kegiatan seperti ini rasanya beda”, ujar salah satu orang tua murid yang ikut.

Dalam kegiatan ini, anak-anak diajarkan cara-cara yang perlu diperhatikan saat melakukan perjalanan dengan menggunakan alat transportasi umum seperti menunggu bus di halte, cara memberhentikan bus, antri saat naik bus, membayar ongkos kepada kondektur saat pergi dan pulang.

Anak-anak sangat senang dan bahagia saat selama perjalanan, mereka merasa bangga karena mendapatkan pengalaman baru. Hal ini terlihat ketika semua guru wali kelas menanyakan kesan naik bus trans patriot kepada anak-anak. Semuanya berteriak “senang” karena dapat melakukan praktik naik alat transportasi umum bersama teman-teman.

“Aku suka banget, karena aku juga jarang naik bus. Nanti pengen naik bus lagi bareng papa-mama”, kata Gianina, murid TK A Strada Budi Luhur.

Mendidik anak usia dini mempunyai tantangan tersendiri bagi para guru dan juga orang tua. Namun, peran sekolah sangat penting dan memberi pengaruh yang cukup besar bagi anak-anak. Imajinasi anak usia dini yang masih menyukai hal-hal yang membuat mereka senang tentu harus menjadi PR bagi para guru. Tentunya dengan program-program yang dirancang sebagai upaya mengembangkan daya pikir dan peranan anak dalam hidupnya.

Sebarkan artikel ini